Tak asing di dengar kalau anda merasa pecinta koleksi hasil produksi2 khas daerah. Nah yang satu ini yang ingin supiak bahas adalah tentang bordir, bordir khas bukittinggi. Apabila anda datang dan main ke pasar tradisional di bukittinggi di pasar atas, akan banyak anda temukan hasil jahitan yang di jahit pada sebuah kain dengan mengikuti motif yang di gambarkan. Ada yang paling terkenal adalah bordiran krancang.
Bordiran kerancang khas bukittinggi identik dengan "lubang lubang".Pembuatan kerancang ini adalah suatu proses yang rumit serta menyita waktu. Seorang pembordir harus memperhitungkan “tarikan” benang ke kain ( bahan dasar ). Apabila tarikan benang terlalu tegang, maka kain disekitar kerancang akan “mengkerut”. Apabila tarikan benang kurang tegang, maka jalinan kerancang akan tidak “padat” dan “rapat”, serta mudah putus karena ketegangan benang bordir tidak sama.
Selain itu, dalam pembuatan kerancang yang berukuran kecil, seorang pembordir harus memperhatikan ukuran jalinan antar kerancang, karena pembuatan kerancang adalah suatu proses yang memiliki “point of no return“. Jalinan kerancang tersebut sebenarnya terdiri dari jalinan benang bodir serta bagian bahan dasar yang dipilin untuk menjadi tepi kerancang. Apabila jalinan ini putus, maka hal ini tidak bisa diperbaiki karena bahan dasar yang terpilin untuk membentuk jalinan kerancang tersebut juga ikut terputus ( robek ). Juga kerancang kerancang ini haruslah dibuat dengan mengikuti ukuran serta jalur ( path ) dari disain bordir secara keseluruhan. Sedikit saja terjadi kesalahan perhitungan maka jalur disain bordir tidak akan bisa dipertemukan dengan tepat sehingga hasil bordiran akan terlihat “senjang” (timpang)
Saking rumitnya pembuatan bordir kerancang halus khas Bukittinggi ini, seorang kolega dari Qatar menyebut bahwa bordiran ini bukan sekedar bordiran, tapi sudah merupakan karya seni (piece of art), yang bukan saja amat pantas untuk dipakai, tapi juga pantas digunakan sebagai hiasan rumah.
Dahulu proses pembuatan bordir kerancang halus ini sepenuhnya dikerjakan dengan tangan ( 100% purely handmade ). Tingkat kesalahannya tinggi karena manusia memiliki faktor kelemahan daya tahan serta kelelahan, apalagi mengerjakan sesuatu yang rumit dan serba kecil kecil. Untuk mendapatkan bordiran yang 75 % error free bisa memakan waktu hingga tiga bulan bahkan lebih. Namun rumitnya proses serta lamanya waktu pembuatan sebanding dengan keindahan bordiran yang dihasilkan.
Oleh karena proses pembuatannya yang rumit, tingkat kesalahan yang tinggi serta menyita waktu, sementara permintaan akan bordir kerancang sangat tinggi, belakangan muncul ide untuk membuat “kerancang instant”, yaitu dengan membuat jahitan secara mengeliling membentuk lingkaran, segi empat atau segitiga, kemudian bagian tengah dari lingkaran tersebut ditusuk dengan menggunakan solder panas ( alat untuk mematri ). Hasil tusukan solder panas ini akan meninggalkan lubang yang akan terlihat seperti kerancang.
Hasil bordiran ini bisa di bentuk, atau dijadikan mukena,jilbab,baju dan banyak lainnya.
Sumber : http://bordir.wordpress.com/2007/05/07/bordir-kerancang-halus-khas-bukittinggi/
Selengkapnya...
05/04/10
Bordir khas bukittinggi
09/03/10
Dendeng batokok
bahan: bumbu daging (dihaluskan): saus balado: cara membuat: panaskan pemanggang pada suhu 200oC, kemudian tokok2 irisan daging pelan2 dg cara memukul dg batu lado(cabe), atur potongan dendeng diatas tempat pemanggang yg telah dialasi kertas roti, panggang +15-20menit atau sampai warna dendeng coklat kegelapan, atur di piring saji, sisihkan. tumbuk kasar cabe hijau dan bawang merah, tumis sampai cukup layu, tambahkan sisa rebusan daging, didihkan. masukan irisan tomat dan jeruk air nipis, aduk rata, cicipi dan bubuhi garam sesuai selera, lanjutkan memasak sebentar, angkat.
Duh ko tumben banget jadi kepengen sama masakan yang satu ini. Uih Dendeng batokok. Bagi orang minang masakan yang satu ini sudah tentunya tidak asing lagi. Jadi tambah kepengen deh..
Dendeng batokok ini adalah salah satu masakan minang yang dagingnya di tipiskan dengan cara di tokok ( di pukul). Dagingnya dari daging sapi.
Berikut resep dari "Dendeng batokok"
500g daging sapi, potong 6-8bagian agar cepat matang
300ml santan encer (pengganti air kelapa)
1sdm ketumbar bubuk
5siung bawang putih
1ruas jari jahe
2sdt garam
3 sdm margarin untuk menumis
100g cabe hijau
8 siung bawang merah
50ml kaldu dari sisa rebusan daging
1 bh tomat merah ukuran besar, iris2
1 sdm air jeruk lemon /nipis
campur daging dengan bumbu yang telah dihaluskan, diamkan sebentar.Didihkan santan, masukan potongan daging, masak sampai santan agak kering sambil sesekali diaduk (sisakan 50ml rebusan daging untuk campuran saus balado), keluarkan potongan daging dan iris2 mengikuti seratnya.
01/03/10
Suntiang..
Dalam alek di minangkabau pada umumnya pengantin perempuannya menggunakan suntiang. Suntiang adalah hiasan kepala pengantin perempuan di Minangkabau atau Sumatra Barat. Hiasan yang besar warna keemasan atau keperakan yang khas itu, membuat pesta pernikahan budaya Minangkabau berbeda dari budaya lain di Indonesia.
Tak hanya perbedaan bentuk dan ornamen, memakai suntiang kerapkali juga salah satu yang ditakutkan calon pengantin perempuan Minang. Suntiang yang beratnya bisa mencapai 3,5 kg dan mesti dikenakan di kepala selama pesta berlangsung umumnya sehari-semalam, membuat si calon pengantin perempuan yang disebut ‘anak daro' was-was dan cemas akan tidak sanggup menjalankannya. Apalagi pada zaman dulu. Suntiang yang besar itu, bahkan beratnya sampai 5 kg bahkan ada yang terbuat dari emas.
Secara garis besar jenis suntiang ini adalah sbb :
1. Suntiang bungo pudieng (suntiang berbunga puding)
2. Suntiang pisang saparak (suntiang pisang sekebun)
3. Suntiang pisang saikek (suntiang pisang sesisir)
4. Suntiangkambang loyang (suntiang pisang sesisir)
Dari segi ikat (dandanan) dengan segala variasinya suntiang ini dapat pula dibedakan, suntiang ikat pesisir, suntiang ikat Kurai, suntiang ikat Solok Selayo, suntiang ikat Banuhampu Sungai Puar, suntiang ikat Lima Puluh Kota, suntiang ikat Sijunjung Koto Tujuh, suntiang ikat Batipuh X Koto, suntiang ikat Sungayang, dan Lintau Buo. Suntiang ikat bungo pudieng banyak dipakai didaerah Batipuh Tanah Datar. Suntiang pisang separak banyak dipakai didaerah Luhak Lima Puluh Kota, Solok, Sijunjung Koto Tujuh, dan Sungai Pagu. Suntiang pisang sasikek banyak dipakai di daerah Pesisir. Suntiang kambang loyang banyak dipakai di daerah lain.
Perlengkapan pakaian adat Limpapeh Rumah Nan Gadang dibuat oleh orang Minangkabau sendiri. Ada daerah yang cukup terkenal dengan pandai sulam ini di Minangkabau seperti Padang, Pariaman, Tanjung Sungayang, Batipuh Bunga Tanjung, Koto Gadang, Payakumbuh. Sedangkan Pandai Sikat terkenal dengan tenunan kain upieh (kain balapak).Suntiang sendiri sebenarnya dibuat sekelompok perajin.
(Sumber : Sejarah dan Budaya Adat Minangkabau)
Selengkapnya...
19/02/10
Lah lamo ga basobok
Alhamdulillah ga taraso kini lah 2010 sajo. Indak taraso se. Alhamdulillah sampai saat kini masih di agiah umua panjang jo diagiah kesempatan untuk manjalani hidup.
Cukup lumayan lamo indak ado manorehkan kato-kato di blog ko, indak taraso lah rindu pulo kironyo. Lah lamo ga basobok itulah kato-kato yang agak cocok. Ya mudah-mudahan iko awal yang baru untuak supiak mamulai aktif di blog iko.
Selengkapnya...
03/11/09
seorang teman
Dari maso batamu baliak mambuek hari-hari lumayan tanang. Tarimo kasih yo sobat yang slalu agiah dukungan dan saba mahadapi sifat supiak yang suko labil.
Mudah-mudahan kedekatan awak salalu di berkahi Allah swt.
21/10/09
Logat Piaman
Apo yo ota nan kalamak kini ko yo. Ups iyo. Patang ga sangajo supiak cari-cari di internet baa bana logat bahaso minangko. Dari sekian banyak nan di dapek logat piaman nan banyak muncul..hehehe..
Ahh rancak juo ko untuak di baco-baco. Sadang mambaconyo supiak agak tagalak-galak jo senyum surang se, antah a nan ka disabuik. Di salah satu website forum rang piaman tu urang-urangtu bagurau jo bahaso piaman. Nde karano supiak rang bukik alias rang bukiktinggi jd agak susah juo manangkok apo mukasuiknyo..ahhaha.. klo tulisan masih bisa di baco baulang-ulang supayo mangarati kalau urang piaman nan mangecek antah baa lai, yo susah di mangarati..hehehe
Itulah minagkabau nan banyak macamnyo.
Jadi ingek waktu rayo idul fitri patangko, supiak diajak kawan samaso sakola dulu karumah dunsanaknyo dakek pasar minggu jakarta selatan. Kawan supiak ko keturunan pariaman sungai sariak, jadi tantulah dunsanak kawan supiak ko urang piaman. Kecek kawan supiak ko karumah ajo wak nah..hehehh ondeh yo rang piaman wee mah.hahaha
Sasampai di tampek ajo tu. Mulailah ajo tu bacarito.ondeh yo paniang supiak dek nyo, memang samo-samo urang awak tapi ondeh yo baa ko payah antena supiak manangkok hahah alias mangarati mukasuik carito ajo tu.
Kawan yang memang keturunan rang piaman ko yo tagalak mancaliak supiak agak susah manangkok.hahaha.. sampai-sampai di ulang carito ajo tu baliak..hehehe...
Kadang supiak acok tagalak mandanga dunsanak kawan yang mangecek logat piaman, sampai-sampai kawan supiak ko mangecek ka supiak "eee jan digalakan dapek ughang piaman wee beko.." hahahaa
Begitulah logat piaman yang unik dan mengasikkan kalau di danga, itu sih bagi supiak gatau ya bagi kawan-kawan yang lainnya.