♥♥♥♥♥ Condong mato ka nan rancak condong salero ka nan lamak rancak di awak katuju di urang ♥♥♥♥♥

12/05/10

Los Lambuang

Bagi yang pernah datang atau berkunjung ke daerah Bukittinggi maka tidak akan asing mendengar kata-kata "Los lambuang". Apalagi kalau anda orang bukittinggi asli. Bagi yang belum tahu, nah di sini supiak akan informasikan bahwa Los lambuang itu adalah merupakan tempat orang menjual makanan khas minang kabau yaitu nasi kapau dan ketupat.


Nah untuk tempat los lambuang ini berada yaitu di dekat pasar lereng pasar Bukittinggi. Masakan di tempat ini adalah masakan asli khas bukittinggi. Sebut saja nasi kapau merupakan nasi ramaskhas nagari Kapau, Sumatera Barat, yang terdiri dari nasi, sambal, dan laukpauk khas Kapau, gulai sayur nangka (cubadak), gulai tunjang (urat kakikerbau atau sapi), gulai cangcang (tulang dan daging kerbau), gulaibabek (paruik kabau),usus(tambusu) dan lain sebagainya.

Kapau adalah nama tempat. Nama sebuah nagari, Nagari Kapau, Kecamatan TilatangKamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Letaknya sekitar lima kilometer dari Bukittinggi. Dari Bukittinggi ke Payakumbuh lewat Jalan Soekarno-Hatta. Sampai simpang empat Tanjung Alam, beloklah ke kiri. Anda sudah memasuki kawasan Kapau. Udaranya jernih dan segar. Hamparan sawah di mana-mana mengepung Gunung Merapi dan Gunung Singgalang.

Selain nasi kapau di Los lambuang ini juga ada ketupat pical. Makanan ini merupakan salah satu makanan favorit supiak waktu jaman sekolah dahulu. Dahulu sepulang sekolah apabila ada keperluan ke pasar atas, masih di sempatkan untuk singgah di Los lambuang untuk makan ketupat pical. Hmmm lama-lama jadi kepengen lagi, tapi bagaimana yaaaa.....

Los Lambuang tidak pernah sepi oleh pengunjung. Terkadang apabila ingin makan di sana mesti ngantri nunggu orang lain selesai makan. Yang terbilang cukup rame apabila hari rabu,sabtu apalagi liburan.

Nah bagi yang ingin jalan-jalan ke kota Bukittinggi maka Los Lambuang patut di jadikan referensi tempat yang dijamin tidak akan kecewa.Semoga saja.

Selengkapnya...

05/04/10

Bordir khas bukittinggi

Tak asing di dengar kalau anda merasa pecinta koleksi hasil produksi2 khas daerah. Nah yang satu ini yang ingin supiak bahas adalah tentang bordir, bordir khas bukittinggi. Apabila anda datang dan main ke pasar tradisional di bukittinggi di pasar atas, akan banyak anda temukan hasil jahitan yang di jahit pada sebuah kain dengan mengikuti motif yang di gambarkan. Ada yang paling terkenal adalah bordiran krancang.

Bordiran kerancang khas bukittinggi identik dengan "lubang lubang".Pembuatan kerancang ini adalah suatu proses yang rumit serta menyita waktu. Seorang pembordir harus memperhitungkan “tarikan” benang ke kain ( bahan dasar ). Apabila tarikan benang terlalu tegang, maka kain disekitar kerancang akan “mengkerut”. Apabila tarikan benang kurang tegang, maka jalinan kerancang akan tidak “padat” dan “rapat”, serta mudah putus karena ketegangan benang bordir tidak sama.

Selain itu, dalam pembuatan kerancang yang berukuran kecil, seorang pembordir harus memperhatikan ukuran jalinan antar kerancang, karena pembuatan kerancang adalah suatu proses yang memiliki “point of no return“. Jalinan kerancang tersebut sebenarnya terdiri dari jalinan benang bodir serta bagian bahan dasar yang dipilin untuk menjadi tepi kerancang. Apabila jalinan ini putus, maka hal ini tidak bisa diperbaiki karena bahan dasar yang terpilin untuk membentuk jalinan kerancang tersebut juga ikut terputus ( robek ). Juga kerancang kerancang ini haruslah dibuat dengan mengikuti ukuran serta jalur ( path ) dari disain bordir secara keseluruhan. Sedikit saja terjadi kesalahan perhitungan maka jalur disain bordir tidak akan bisa dipertemukan dengan tepat sehingga hasil bordiran akan terlihat “senjang” (timpang)

Saking rumitnya pembuatan bordir kerancang halus khas Bukittinggi ini, seorang kolega dari Qatar menyebut bahwa bordiran ini bukan sekedar bordiran, tapi sudah merupakan karya seni (piece of art), yang bukan saja amat pantas untuk dipakai, tapi juga pantas digunakan sebagai hiasan rumah.

Dahulu proses pembuatan bordir kerancang halus ini sepenuhnya dikerjakan dengan tangan ( 100% purely handmade ). Tingkat kesalahannya tinggi karena manusia memiliki faktor kelemahan daya tahan serta kelelahan, apalagi mengerjakan sesuatu yang rumit dan serba kecil kecil. Untuk mendapatkan bordiran yang 75 % error free bisa memakan waktu hingga tiga bulan bahkan lebih. Namun rumitnya proses serta lamanya waktu pembuatan sebanding dengan keindahan bordiran yang dihasilkan.

Oleh karena proses pembuatannya yang rumit, tingkat kesalahan yang tinggi serta menyita waktu, sementara permintaan akan bordir kerancang sangat tinggi, belakangan muncul ide untuk membuat “kerancang instant”, yaitu dengan membuat jahitan secara mengeliling membentuk lingkaran, segi empat atau segitiga, kemudian bagian tengah dari lingkaran tersebut ditusuk dengan menggunakan solder panas ( alat untuk mematri ). Hasil tusukan solder panas ini akan meninggalkan lubang yang akan terlihat seperti kerancang.

Hasil bordiran ini bisa di bentuk, atau dijadikan mukena,jilbab,baju dan banyak lainnya.

Sumber : http://bordir.wordpress.com/2007/05/07/bordir-kerancang-halus-khas-bukittinggi/
Selengkapnya...

09/03/10

Dendeng batokok


Duh ko tumben banget jadi kepengen sama masakan yang satu ini. Uih Dendeng batokok. Bagi orang minang masakan yang satu ini sudah tentunya tidak asing lagi. Jadi tambah kepengen deh..

Dendeng batokok ini adalah salah satu masakan minang yang dagingnya di tipiskan dengan cara di tokok ( di pukul). Dagingnya dari daging sapi.

Berikut resep dari "Dendeng batokok"

bahan:
500g daging sapi, potong 6-8bagian agar cepat matang
300ml santan encer (pengganti air kelapa)

bumbu daging (dihaluskan):
1sdm ketumbar bubuk
5siung bawang putih
1ruas jari jahe
2sdt garam

saus balado:
3 sdm margarin untuk menumis
100g cabe hijau
8 siung bawang merah
50ml kaldu dari sisa rebusan daging
1 bh tomat merah ukuran besar, iris2
1 sdm air jeruk lemon /nipis

cara membuat:
campur daging dengan bumbu yang telah dihaluskan, diamkan sebentar.Didihkan santan, masukan potongan daging, masak sampai santan agak kering sambil sesekali diaduk (sisakan 50ml rebusan daging untuk campuran saus balado), keluarkan potongan daging dan iris2 mengikuti seratnya.

panaskan pemanggang pada suhu 200oC, kemudian tokok2 irisan daging pelan2 dg cara memukul dg batu lado(cabe), atur potongan dendeng diatas tempat pemanggang yg telah dialasi kertas roti, panggang +15-20menit atau sampai warna dendeng coklat kegelapan, atur di piring saji, sisihkan.

tumbuk kasar cabe hijau dan bawang merah, tumis sampai cukup layu, tambahkan sisa rebusan daging, didihkan. masukan irisan tomat dan jeruk air nipis, aduk rata, cicipi dan bubuhi garam sesuai selera, lanjutkan memasak sebentar, angkat.

Selengkapnya...

01/03/10

Suntiang..

Dalam alek di minangkabau pada umumnya pengantin perempuannya menggunakan suntiang. Suntiang adalah hiasan kepala pengantin perempuan di Minangkabau atau Sumatra Barat. Hiasan yang besar warna keemasan atau keperakan yang khas itu, membuat pesta pernikahan budaya Minangkabau berbeda dari budaya lain di Indonesia.

Tak hanya perbedaan bentuk dan ornamen, memakai suntiang kerapkali juga salah satu yang ditakutkan calon pengantin perempuan Minang. Suntiang yang beratnya bisa mencapai 3,5 kg dan mesti dikenakan di kepala selama pesta berlangsung umumnya sehari-semalam, membuat si calon pengantin perempuan yang disebut ‘anak daro' was-was dan cemas akan tidak sanggup menjalankannya. Apalagi pada zaman dulu. Suntiang yang besar itu, bahkan beratnya sampai 5 kg bahkan ada yang terbuat dari emas.

Secara garis besar jenis suntiang ini adalah sbb :

1. Suntiang bungo pudieng (suntiang berbunga puding)
2. Suntiang pisang saparak (suntiang pisang sekebun)
3. Suntiang pisang saikek (suntiang pisang sesisir)
4. Suntiangkambang loyang (suntiang pisang sesisir)

Dari segi ikat (dandanan) dengan segala variasinya suntiang ini dapat pula dibedakan, suntiang ikat pesisir, suntiang ikat Kurai, suntiang ikat Solok Selayo, suntiang ikat Banuhampu Sungai Puar, suntiang ikat Lima Puluh Kota, suntiang ikat Sijunjung Koto Tujuh, suntiang ikat Batipuh X Koto, suntiang ikat Sungayang, dan Lintau Buo. Suntiang ikat bungo pudieng banyak dipakai didaerah Batipuh Tanah Datar. Suntiang pisang separak banyak dipakai didaerah Luhak Lima Puluh Kota, Solok, Sijunjung Koto Tujuh, dan Sungai Pagu. Suntiang pisang sasikek banyak dipakai di daerah Pesisir. Suntiang kambang loyang banyak dipakai di daerah lain.

Perlengkapan pakaian adat Limpapeh Rumah Nan Gadang dibuat oleh orang Minangkabau sendiri. Ada daerah yang cukup terkenal dengan pandai sulam ini di Minangkabau seperti Padang, Pariaman, Tanjung Sungayang, Batipuh Bunga Tanjung, Koto Gadang, Payakumbuh. Sedangkan Pandai Sikat terkenal dengan tenunan kain upieh (kain balapak).Suntiang sendiri sebenarnya dibuat sekelompok perajin.

(Sumber : Sejarah dan Budaya Adat Minangkabau)
Selengkapnya...

19/02/10

Lah lamo ga basobok

Alhamdulillah ga taraso kini lah 2010 sajo. Indak taraso se. Alhamdulillah sampai saat kini masih di agiah umua panjang jo diagiah kesempatan untuk manjalani hidup.

Cukup lumayan lamo indak ado manorehkan kato-kato di blog ko, indak taraso lah rindu pulo kironyo. Lah lamo ga basobok itulah kato-kato yang agak cocok. Ya mudah-mudahan iko awal yang baru untuak supiak mamulai aktif di blog iko.
Selengkapnya...

03/11/09

seorang teman

Lumayan lamo indak batamu jo kawan lamo samaso sakola dahulu. Alhamdulillah Allah swt mangiriman dan maijinan untuk batamu baliak jo kawan lamo.

Dari maso batamu baliak mambuek hari-hari lumayan tanang. Tarimo kasih yo sobat yang slalu agiah dukungan dan saba mahadapi sifat supiak yang suko labil.

Mudah-mudahan kedekatan awak salalu di berkahi Allah swt.
Selengkapnya...